Mengenal Diri Sendiri Dengan Baik

 
Jangan memaksakan diri menjadi orang lain ketika menjadi diri sendiri itu sudah menakjubkan


Kalau ditanya apakah aku telah mengenal diri sendiri dengan baik, maka jawabannya bisa jadi belum. Padahal sejatinya kita harus mengenal diri sendiri dengan baik sebelum memutuskan untuk membuka jaringan pertemanan lebih luas. Hal ini dimaksudkan agar kita dapat memahami orang lain sama halnya dengan kita memahami diri sendiri.

Lalu bagaimana agar kita dapat mengenali diri sendiri dengan baik, berikut cara sederhana dariku yang mungkin bisa kalian ambil manfaat:

1. Lakukan introspeksi dan evaluasi dalam hidup

Ketika segala aktivitas telah selesai dalam satu hari, maka coba renungkan apa yang telah kita perbuat selama hari ini dan evaluasi apakah sudah sesuai dengan yang diharapkan atau belum. 

Tentu kita bukan manusia sempurna yang selalu hidup sesuai ekspektasi karena masih ada Tuhan sang Pemilik ekspektasi. Maka dari itu apabila kita sedang memiliki rencana dalam hidup, sejatinya hasil akhir serahkan pada pemilik takdir agar perasaan lebih legowo dan ikhlas apabila tidak sesuai dengan ekspektasi. 

2. Melakukan reschedule atas rencana hidup yang belum terlaksana

Sebenarnya mau melakukan reshecdule atau tidak pun itu semua tergantung pada diri masing-masing. Tidak ada paksaan dan bukan merupakan suatu kewajiban. Hanya saja aku ingin bercerita tentang diri ini sejenak mengapa perlu reschedule rencana hidup.

Jadi karena aku belum dikaruniai anak maka aku merasa waktu yang ada selama hidup ini seakan habis terbuang. Sampai akhirnya aku memutuskan mencari kesibukan yang mungkin tidak pernah terpikir selama ini yaitu menulis.

Kegiatan menulis mungkin tak pernah terpikir sebelumnya dalam hidupku namun justru sekarang aku merasa menjadi seseorang yang lebih berguna karena tidak lagi bertanya pada diri sendiri kapan akan dikaruniai momongan.


3. Jangan mematok terlalu tinggi akan sesuatu hal yang mungkin tidak bisa kita raih dalam hidup ini. 

Saya sering menjadikan teman-teman di sekitar sebagai pelajaran hidup yang bisa diambil hikmahnya. Ada teman yang terlalu tinggi berekspektasi dalam hidup mereka sehingga terkesan ngoyo namun ada juga teman yang nrimo akan kondisi hidupnya sambil tetap berusaha dan bekerja secara jujur.

4. Berusaha untuk tidak membandingkan diri dengan orang lain agar hidup tidak insecure.

Ketika aku masih berusia dua puluh tahunan, rasa minder sering menggelayuti pikiran, menganggap diri ini tak sesukses teman-teman lain yang dengan mudahnya mendapat pekerjaan, lalu menikah di usia belia serta berbagai bentuk insecure lainnya. Seiring berjalannya waktu, dimana media sosial makin gencar menginformasi berbagai hal, aku pun menemukan istilah zona waktu. Bahwa zona waktu seseorang berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya. Dan kesuksesan tidak melulu identik dengan jabatan ataupun harta. 

Mengenal Diri Sendiri: Suatu Jalan Untuk Lebih Bersyukur

Akan lebih baik jika seseorang dapat mengenal diri sendiri. Selain menjadi mudah bergaul dengan orang lain, kita juga bisa lebih meningkatkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Kok bisa? Sebab jika sudah mengenal karakter sendiri maka ketika bergaul dengan teman-teman baru kita bisa menempatkan diri seperti misalnya tidak mudah baper, tidak insecure berlebihan dan lain sebagainya.

Dulu aku sangat tidak mengenali diri sendiri apalagi ketika berusia di bawah 30 tahun. Namun seiring berjalannya waktu banyak peristiwa dan pengalaman yang aku hadapi entah itu pengalaman pribadi maupun cerita dari kisah hidup orang lain.

Dari pengalaman dan kisah hidup orang lain sebenarnya menjadikan kita bercermin, sudah seberapa bermanfaat diri kita untuk orang lain? Selain itu dari pengalaman orang lain pastinya membuat kita lebih bersyukur bahwa diri ini dengan segala keunikan mungkin lebih beruntung dari mereka yang kau dengar kisah hidupnya.

Sudahkah Kalian Mengenal Diri Sendiri?

Nah, sekarang saatnya untuk bertanya kepada kalian apakah sudah mengenal diri sendiri? Jika belum, rasanya tidak ada kata terlambat untuk menyelami kepribadian masing-masing. Menjadi diri sendiri menurutku adalah hal yang luar biasa dalam hidup.

Kita tidak perlu meniru berlebihan orang lain yang diidolakan. Cukup ambil nilai positifnya dan lakukan apa yang menjadi ciri khasmu saja. Hal ini dimaksudkan agar kalian tetap bisa menjadi diri sendiri tanpa terbebani dengan figur orang lain yang yang mungkin saja terlalu mendekati sempurna.




Mariatanjungmenulis
Mariatanjungmenulis Selamat datang di blog pribadi saya. Blog ini menerima kerjasama Content Placement. Jika ingin bekerjasama silahkan hubungi saya via email mariatanjung81@gmail.com atau direct message via Instagram @mariatanjungmenulis

8 komentar untuk "Mengenal Diri Sendiri Dengan Baik"

  1. Setuju, Mbak. Rumput tetangga selalu kelihatan lebih hijau, apalagi kalau yang dilihat selebgram dan sebagainya. Padahaaal yang di bawah masih banyak dan bisa dijadikan pembelajaran untuk lebih bersyukur 🙃

    Kayaknya meditasi buat merenung tentang diri sendiri juga cocok nih, Mbak. Kalau pikiran ruwet tu suka lupa memaknai dan mengenali diri sendiri. Hihi.. Thanks sharingnya, Mbak..

    BalasHapus
  2. Menurutku hidup itu seperti roda, dinamis, berputar terus. Dan langkah pengenalan diri di atas bagaikan proses yang berulang terus. karena kadang saat kita di bawah seperti pada masa pandemi sekarang, banyak hal yang bikin down, membuat kita mempertanyakan lagi eksistensi diri kita. Tapi lumrah, hidup kita berkembang kan, gak mau disitu-situ aja

    BalasHapus
  3. terima kasih sharingnya mba..mudah2an tips2 ini bisa kugunakan huga untuk makin mengenal diriku sendiri..karena bukankah tak kenal maka tak sayang..

    BalasHapus
  4. Kadang saya sendiri bingung secara harafiah bagaimana sih mengenali diri sendiri itu. Ada beberapa alat test/ukur yang membuka potensi seseorang. Tapi apakah hasilnya memang sesuai?

    Terus apakah mengenali diri itu butuh orang lain atau bantuan ahli, atau cukup perenungan sendiri?

    Jadi paling kalau saya berusaha menikmati hidup dengan sebaik-baiknya dan semanfaat-manfaatnya.

    BalasHapus
  5. Aku jujur kadang masih sering banget merasa insecure kalau melihat pencapaian orang lain entah itu di dunia kerja atau sebagai seorang ibu. Kadang suka iri melihat orang yang bisa sangat produktif padahal sibuknya juga bukan main. Heu

    BalasHapus
  6. Ada yang bilang kekalahan terbesar seseorang dalam hidup adalah ketika kita gagal mengenali siapa diri kita. Makanya introspeksi diri dan evaluasi diri itu penting. Sebetulnya ini aktivitas yang bisa kita lakukan di mana saja dan kapan saja, hanya saja kita seakan biasa saja ketika mengabaikannya.

    Bersyukurlah yang punya hobi nulis. Kalo saya pribadi, selain menulis, saya juga journaling. Jadi, setiap harinya saya bisa mengungkap dengan singkat tentang perasaan saya setiap harinya di journal saya.

    BalasHapus
  7. Kadang kalau lihat pencapaian orang lain, bikin keki sendiri lho. Jadi kalau lihat pencapaian orang, aku ambil positifnya aja. Lebih ke membenahi diri sendiri dengan melakukan hal hal yang positif

    BalasHapus
  8. Jujur..belum sepenuhnya mengenal diri sendiri, tapi berusaha untuk menerima apa yang ada dalam diri dan berusaha untuk lebih baik lagi.

    BalasHapus