Review Mie Kober Rungkut Surabaya: Tempat Nongkrongnya Gen Z

 

Bagi kalian yang senang kuliner khususnya penduduk kota Surabaya, maka saya ingin memperkenalkan satu tempat yang menyajikan kuliner dengan unik. Namanya Mie Kober daerah Rungkut, Surabaya. Walaupun pandemi dan sedang PPKM, saya dan suami menyempatkan diri untuk makan di sore hari sekaligus mengunjungi Mie Kober yang sudah hampir setahun berdiri namun belum pernah kesana.

Mie Kober Rungkut ini sangat cocok untuk kalian anak muda yang senang cangkruk atau kongkow bareng teman-teman. Jangan lupa selalu pakai masker ya, dan lepas ketika hendak makan dan juga minum. Lokasi untuk makan dan minum justru ada di lantai dua menjadikan Mie Kober sangat nyaman untuk kita-kita yang ingin menikmati pemandangan dari atas balkon

Saya dan suami yang sudah rindu suasana makan di luar pun akhirnya memilih Mie Kober sebagai destinasi wisata kuliner. Selain tak jauh dari rumah, budgetnya pun pas banget dengan uang di dompet, hehehe. Setelah memesan menu makanan serta membayarnya di kasir, kami pun naik ke lantai 2 untuk menuju meja yang akan dipilih untuk makan. Kami membawa nomor yang diberi kasir agar memudahkan waiter untuk mengantar makanan dan minuman.


Sekitar 20 menit kami menunggu makanan dan minuman datang. Bagi saya tidak masalah walau agak lama juga waiter mengantarnya karena saya sibuk mengambil beberapa foto demi konten blog. Lumayanlah, banyak waktu untuk berfoto-foto ria dan tentu saja sambil memperhatikan suasana sekitar. 

Banyak juga pengunjung yang datang walau suasana masih PPKM. Yah, namanya juga lapar, masak harus ditahan kan engga juga ya. Yang penting protokol kesehatan tetap kita jaga dengan saling menjaga jarak. Walaupun ketika makan, masker ya harus dilepas donk.

Ohya, menyinggung mengenai harga rasanya terjangkau juga kok makan di Mie Kober karena pesan nasi goreng 2 porsi saja ditambah telur ceplok hanya Rp. 15 ribu rupiah per orang. Minum es teh manis saja seharga Rp. 5.500 dan teh hangat tawar saja seharga Rp. 4.500. 



Menurut saya sih dengan total Rp. 44.000 untuk dua orang termasuk murah apalagi porsi nasi gorengnya lumayan banyak juga lho. Namun saya kaget ternyata teh hangat tawarnya disajikan dalam bentuk cangkir dimana porsinya tentu kecil donk. Ya sudah tidak apa-apalah toh saya mungkin tidak akan kembali lagi ke Mie Kober. 

Eh kenapa ga kembali? Bukan kecewa kok, namun saya dan suami bertekad jika mencicipi wisata kuliner hanya satu kali datang ke satu tempat. Hal ini dikarenakan kami ingin merasakan suasana di tempat yang berbeda dan tentu saja dengan menu yang berbeda. Walau seenak apapun kelezatan makanan di suatu tempat, namun sudah jadi tekad kami untuk hanya datang satu kali saja.

Mie Kober Surabaya sendiri terdiri dari 3 lantai dimana lantai pertama merupakan tempat memesan makanan dan lebih ke dapur yang digunakan untuk memasak pesanan para pengunjung. Lantai kedua adalah meja serta kursi tempat pengunjung duduk untuk menikmati santapan kuliner mereka. Dan tak kalah fantastis adalah lantai ketiga dimana pengunjung bisa lho makan dan minum di lantai 3. Bagi mereka yang suka ketinggian pasti berani nih mencoba naik sampai ke lantai 3 namun karena saya tahu diri sudah tidak terlalu kuat lagi menapaki anak tangga akhirnya cukup sampai lantai 2 saja. 


Saran saya bagi kalian yang ingin mencoba makan di Mie Kober antara lain:
  1. Jika membawa anak kecil maka kalian harus berhati-hati dan melakukan pengawasan ya. Karena Mie Kober terdiri dari 3 tingkat dan suasana cukup ramai. Jika buah hati maupun keponakan kalian ikut juga menikmati suasana di Mie Kober, awasi ketika mereka bermain ya karena dikuatirkan jatuh di area tangga yang lumayan tinggi juga.
  2. Makan di luar selama pandemi sah-sah saja kok asal tetap mematuhi protokol kesehatan. Suasana Mie Kober yang sangat asyik untuk bercengkerama jangan membuat terlalu lama di lokasi ya, terlebih saat ini suasana masih pandemi.
  3. Pilih tempat duduk yang pas untuk makan dan minum sekaligus menikmati pemandangan dari atas balkon melihat lalu lalang kendaraan di bawah. Saya kemarin tidak bisa memilih tempat duduk pas dekat balkon karena sudah cukup ramai pengunjung.


Penutup

Demikian ulasan singkat saya mengenai Mie Kober dan suasana di dalam tempat makan tersebut. Tempat makan ini selain bisa dikunjungi secara offline juga dapat dipesan melalui online di beberapa aplikasi seperti Gojek, Grab bahkan Shopee Food pun sudah bekerja sama dengan Mie Kober.

Jadi untuk kalian yang mager di rumah aja namun tetap ingin makan enak, bisa kok pesan makanan di Mie Kober. Tinggal buka aplikasi Grab, Gojek maupun Shopee Food lalu pilih deh menu yang ingin kalian nikmati. Sayang sekali saya tidak sempat mengambil foto daftar menunya dikarenakan suasana di meja pemesanan yang agak ramai sehingga jadi tidak konsentrasi deh untuk ngonten.

Selamat mencoba ya.


Mariatanjungmenulis
Mariatanjungmenulis Selamat datang di blog pribadi saya. Blog ini menerima kerjasama Content Placement. Jika ingin bekerjasama silahkan hubungi saya via email mariatanjung81@gmail.com atau direct message via Instagram @mariatanjungmenulis

5 komentar untuk "Review Mie Kober Rungkut Surabaya: Tempat Nongkrongnya Gen Z"

  1. Gede ya, tempatnya. Kursinya banyak, harganya murah, porsi besar, dan rasa lezat. Cocok nih buat makan rame2 after pandemi, ya

    BalasHapus
  2. Wah pengen deh main kesana dan wisata kuliner bersama keluarga. Lihat fotonya auto ngiler heheh

    BalasHapus
  3. Aku malah sering datang ke resto yang sama. Kayanya asyik juga nih mba kalau aku coba cukup datang sekali, lalu nikmati makan di resto lain. Terjangkau juga ya mba makan di Mie Kober dan menurutku masih murah karena di Cikarang biasanya pada mahal.

    BalasHapus
  4. Tempatnya luas juga ya karena bangunan tingkat tiga. Bener juga itu kalo niat untuk wiskul, harus pindah-pindah tempat kuliner biar adil dan merata hehe

    BalasHapus
  5. Pernah denger nama tempat ini, tapi aku blm pernah cobain pastinya, Krn jauh di Surabaya :D. Ini bukannya yg rasa mie nya terkenal pedas kan ya mba?

    Unik juga prinsipnya, hanya datang 1x walopun enak :D. Aku biasanya kalo enak, masih mau datangin berkaki2, tp begitu tau ga cocok rasanya, bhaaay langsung hahaha

    BalasHapus