Usia 40an Susah Dapat Kerja, Begini yang Harus Kamu Lakukan

Bing Image Creator

Saya yang sedang berada di status tidak bekerja ini tiba-tiba kangen untuk bisa bekerja kantoran kembali. Kangen menerima gaji bulanan, kangen pake baju well dressed serta kangen bisa bersosialisasi dengan orang lain.

Jujur saja, ada fenomena ageism (diskriminasi usia) di dunia korporat konvensional. Banyak perusahaan mencari "darah muda" dengan alasan gaji lebih murah dan lebih mudah dibentuk. 

Namun, untuk kamu yang sudah berusia 40-an, punya keunggulan yang tidak dimiliki anak muda yaitu kematangan, kedalaman perspektif, dan pengalaman.

Di bidang penulisan, usia justru bisa jadi aset. Tulisan orang usia 40-an biasanya lebih berbobot, risetnya lebih dalam, dan lebih bisa berempati dengan audiens dewasa (yang notabene adalah kelompok dengan daya beli tertinggi).

Coba lakukan ini jika kamu yang meras tua di usia 40-an ketika ingin mencoba mencari peluang di luar kerja kantoran:

1. Re-branding sebagai Expert/Spesialis

Jangan cuma bilang "bisa menulis". Di usia ini, kamu harus punya niche spesifik agar orang lain tertarik dengan tulisanmu.

Contohnya penulis finansial, penulis teknis (technical writer), atau spesialis ghostwriter untuk para CEO/eksekutif.

Bagi kamu yang punya blog, maka bisa gunakan blogmu sebagai portofolio hidup. Tunjukkan bahwa kamu paham SEO, manajemen konten, dan analisis data pembaca.

Ada beberapa niche yang bisa kamu pilih diantaranya:

1. Niche Lifestyle for 40s (Gaya Hidup Usia Matang)

Banyak blog dikuasai oleh Gen Z atau Milenial awal. Ini artinya ada kekosongan konten untuk audiens usia 40-an yang mencari relasi.

Kamu bisa mulai membahas topik mengenai manajemen keuangan keluarga di usia matang, kesehatan (pre-menopause, pola makan), hingga menjaga kesehatan mental di tengah sandwich generation.

Keunggulan ketika membahas niche tersebut dalah audiens usia ini memiliki daya beli tinggi, sehingga brand (seperti produk kesehatan atau investasi) sangat tertarik bekerja sama.

2. Niche Professional Content Strategist / Ghostwriting

Kamu bisa memosisikan diri sebagai "Blogger Senior" yang membantu para profesional atau pemilik bisnis yang ingin punya blog tapi tidak bisa menulis.

Cobalah untuk membuat tutorial menulis efektif seperti cara membangun personal branding lewat tulisan, atau jasa penulisan artikel mendalam (long-form).

Keunggulan dari niche tersebut, kamu dapat mengubah blog dari sekadar catatan pribadi menjadi etalase jasa profesional dengan tarif yang lebih tinggi.

3. Niche Hobi yang Spesifik

Cobalah untuk menulis kegemaran yang sudah dilakukan selama bertahun-tahun seperti berkebun, masak resep warisan, koleksi kain tradisional, hingga literasi keuangan.

Kamu bisa menulis fokus pada satu hal secara mendalam. Misalnya, jika suka masak, jangan cuma bagi resep, tapi bedah sejarah masakan tersebut atau teknik memasak hemat gas.

Keunggulan ketika menulis niche yang spesifik, maka semakin spesifik, maka semakin mudah kamu dianggap sebagai ahli (expert) di bidang tersebut.

4. Niche: Career Pivot & Resilience

Selain itu juga kamu bisa menulis tentang perjalanan mencari kerja atau membangun karier baru di usia 40-an.

Tulislah tips menghadapi wawancara kerja di usia senior, belajar teknologi baru bagi generasi X, atau mengelola stres saat transisi karier.

Keunggulan menulis niche ini nantinya tulisanmu bisa jadi sangat autentik dengan kondisi sekarang, dan pasti banyak orang di luar sana yang merasa senasib dan butuh penyemangat.

Tema "Drama Kantor" itu adalah gold mine (tambang emas) untuk konten. Hal ini dikarenakan hampir semua orang yang bekerja pasti mengalami konflik, tapi tidak semua orang tahu cara menyelesaikannya dengan kepala dingin.

Di tangan penulis usia 44 tahun, drama kantor tidak lagi jadi sekadar "curhat" atau "gosip", tapi bisa berubah menjadi konten kepemimpinan, psikologi kerja, hingga strategi karier.


Berikut adalah beberapa pilihan niche spesifik yang bisa diambil oleh blogger berdasarkan pengalaman di dunia kerja tersebut:

1. Niche yang berhubungan dengan "Survival Guide" Dunia Kerja (The Mature Perspective)

Alih-alih cuma menceritakan dramanya, kita bisa berperan sebagai "Kakak Senior" yang memberi solusi.

Contoh judul artikel blog yang bisa ditulis misalnya saja, "Cara Menghadapi Bos Micromanage Tanpa Resign", "Menghadapi Rekan Kerja 'Caper' di Usia 40-an", atau "Politik Kantor: Haruskah Ikut Campur atau Diam?"

Target audiens dari tulisan kita bisa menyentuh karyawan muda (Gen Z/Milenial) yang stres menghadapi dinamika kantor dan butuh bimbingan dari yang sudah berpengalaman.

2. Niche yang berhubungan dengan Career & Mental Health (Fokus ke Toxic Culture)

Kita bisa membedah sisi psikologis dari drama kantor.

Contoh judul judul artikel blog yang bisa ditulis misalnya saja "Tanda-tanda Kamu Berada di Lingkungan Kerja Toxic", "Gaslighting di Kantor: Cara Mengenali dan Melawannya", atau "Menjaga Kewarasan Saat Deadline Kerja dan Drama Menumpuk."

Target pembaca dari artikel blog yang kita tulis adalah siapa saja yang merasa kelelahan mental karena pekerjaan.

3. Niche Storytelling 

Jika kamu suka menulis kreatif, maka tema drama kantor ini bisa dijadikan seri tulisan fiksi atau semi-fiksi di blog (seperti gaya tulisan "Dibalik Layar Korporat").

Konsep yang bisa kamu pakai adalah menulis cerita bersambung tentang lika-liku di sebuah perusahaan fiktif. Pembaca biasanya sangat ketagihan dengan cerita yang relatable.

Semoga bermanfaat.

Posting Komentar untuk "Usia 40an Susah Dapat Kerja, Begini yang Harus Kamu Lakukan"