Sejatinya blog merupakan buku harian pribadi yang berbentuk digital. Kamu bisa mencurahkan segala isi hati di blog, sama seperti ketika menulis buku harian.
Bedanya buku harian bisa hilang, rusak karena tersiram air dan kemungkinan buruk lainnya. Sementara blog tidak dapat hilang dan kenanganmu bisa tersimpan abadi di sana. Hanya saja jejak digitalmu akan tersimpan di blog dan bisa dibaca oleh jutaan orang yang tidak sengaja mampir untuk membaca blogmu. Kecuali jika kamu menghapus link artikel di blog tersebut.
Bagi saya pribadi, blog ibarat rumah yang harus saya jaga agar tidak berdebu. Saya harus "menyapu" blog agar tidak dihuni oleh sarang laba-laba. Caranya ya rutin mengisi dengan beragam tulisan tentang segala hal yang positif.
Sejak 2019 saya aktif menulis di blog. Tak sengaja juga saya mulai beternak blog dengan harapan bisa mendapatkan peluang penghasilan. Sejujurnya saya menikmati menjadi seorang blogger. Bisa menulis dengan bebas dan lepas.
Kalau dihitung-hitung, tahun 2026 ini Insha Allah genap 7 tahun saya ngeblog dan menjalankan profesi sebagai seorang blogger. Konsisten sih masih tetap ya sebab tawaran kerja lain belum kunjung tiba.
Karena tawaran kerja lain belum kunjung tiba, mau tidak mau saya akan terus menekuni dunia blogging. Andaikan nanti saya sudah mendapat tawaran kerja lain, maka ngeblog tetap akan saya jalankan.
Namun, sudah hampir 3 bulan ini saya merasa kok tawaran job blogger makin menurun ya. Tulisan ini bukan bermaksud untuk tidak bersyukur atas rezeki dari Allah SWT, namun sebagai manusia saya seolah dituntut untuk berpikir kritis terhadap fenomena yang sedang dialami saat ini.
Ada beberapa orang yang menilai bahwa saat ini konten tulisan sudah mulai tidak dilirik oleh brand produk atau jasa. Beberapa brand produk atau jasa mulai bergeser ke konten video yang diposting di media sosial seperti TikTok maupun Instagram.
Saya paham, bahwa perkembangan bisnis akan dinamis. Begitu juga trend di dunia digital serta algoritma yang menyertainya dimana dunia digital tidak hanya berpijak pada satu pola. Sebaiknya memang konten kreator seperti saya pun dituntut harus bisa memiliki banyak skill.
Sekarang hampir sebagian orang ibaratnya hanya cukup melihat satu platform demi bisa mencari jawaban atas pertanyaan yang mereka cari.
Kamu bisa lihat media sosial TikTok contohnya, dimana ketika hendak mencari tutorial memasak maka cukup buka TikTok, masukkan kata kunci, dan jawaban yang dicari bisa ditemukan.
Saya sendiri pun saat ini lebih banyak menggunakan bantuan TikTok untuk mencari penjelasan atas hal-hal yang ingin dicari tahu.
Misalnya saja beberapa waktu lalu, sepupu saya datang ke Surabaya membawa oleh-oleh tahu Slawi. Kalian yang pernah makan tahu Slawi pasti tahu deh gimana enaknya kuliner tahu tersebut. Dengan olesan aci di atas tahu lalu kemudian digoreng dan dimakan dalam keadaan hangat, menjadikan tahu aci Slawi sebagai kudapan enak di sore hari.
Nah suatu ketika saya penasaran gimana sih caranya agar bisa membuat tahu Slawi sendiri. Akhirnya saya pun membuka TikTok lalu mengetik kata kunci "cara buat tahu aci" dan kemudian keluarlah beragam video yang memberikan tutorial membuat resep tersebut.
Bagaimana ya menjelaskannya, sebagai blogger tapi kok saya malah membuka platform seperti TikTok demi mencari resep tahu aci Slawi. Kenapa saya tidak searching saja di Google, siapa tahu ada artikel blog dari blogger lain yang menulis resep membuat tahu aci Slawi.
Selain itu juga ada teknologi AI (Artificial Intelligent) yang berkembang beberapa tahun ini dimana mempermudah sebagian besar orang mencari informasi tanpa harus mengunjungi artikel di blog.
Meskipun saya sedang mencari tahu alasan kenapa tawaran job ngeblog makin menurun beberapa bulan ini, namun tetap tidak mematahkan semangat dan optimisme saya bahwa suatu saat akan banyak datang tawaran job blog, aamiin.
Saya akan tetap melakukan personal branding sebagai blogger di media sosial yang saya miliki. Tentu saja dengan harapan ada brand produk atau jasa yang "melirik" portofolio saya dan mengajak untuk bekerja sama.
Bekerja di industri digital kreatif memang memerlukan kesabaran yang cukup tinggi dan tentu saja kreativitas. Semoga tahun 2026 ini membawa banyak rejeki untuk saya dan kalian semua. Aamiin ya Rabbal 'Alamin.

Posting Komentar untuk "Kenapa Job Ngeblog Makin Menurun? Mungkin Ini Jawabannya"